Distamben Kab. Katingan Mengikuti Koordinasi Pengembangan dan Investasi Program Bioenergi Lestari.
08/06/2016

Menindaklanjuti Kesepakatan Bersama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dengan PemProv Kalteng, PemKab Pulang Pisau dan PemKab. Katingan Tentang Pengembangan Bioenergi Lestari dan Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi dengan PemProv Kalteng, PemKab Pulang Pisau dan PemKab. Katingan Tentang Pengembangan Bioenergi Lestari Tanggal 13 juli 2015, dilaksanakan rapat Koordinasi Pengembangan dan Investasi Program Bioenergi Lestari di Palangka Raya.

Narasumber kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan dan Investasi Program Bioenergi berasal dari :

  • Direktur Bioenergi, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi
  • Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Bioenergi & Reklamasi Lahan Pasca Tambang
  • Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia
  • Kepala Bidang Listrik dan Pengembangan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Tengah
  • Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Katingan
  • Asisten II Setda Kabupaten Pulang Pisau
  • Manager PT. PLN wilayah Kalselteng
  • PT. Indo Hwaseong, PT. Sampoerna, PT. Karyawana Bioenergi dan PT.Sumitomo

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Pengembangan dan Investasi Program Bioenergi beberapa point penting antara lain :

  • Saat ini sedang dilakukan penyusunan Roadmap Hutan Energi di Kalimantan Tengah oleh KESDM dan pihak tekait lainnya.
  • Bupati Katingan telah menyampaikan surat kepada Menteri LHK untuk pencadangan HTR Bioenergi Lestari seluas ± 11.710 Ha dari luas yang disepakati dalam MoU maupun PKS pada tanggal 13 Juli 2015. Luas lahan yang disediakan untuk Bioenergi Lestari seluas 43.505 Ha (MOU/PKS) terdiri dari 10.800 Hutan Produksi, ± 31.205 HPK, ± 1.500 APL. Pemerintah Kabupaten telah melakukan pemetaan desa untuk memperoleh data aktual lapangan terkait lokasi pencadangan program pengembangan bioenergi lestari di Kab. Katingan.
  • Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah menyampaikan permohonan pencadangan HTR kepada Menteri LHK RI seluas 6.514 Ha.
  • Faktor yang perlu menjadi perhatian utama adalah permasalahan bisnis antara lain :
    • Jarak untuk melakukan mobilisasi bahan baku ke PLT, karena akan mempengaruhi biaya angkut per ton.
    • Jenis bahan baku yang perlu digunakan adalah tanaman dengan volume (massa) bahan baku kecil dan nilai kalor besar.
  • Telah disediakan lahan 30 Ha untuk dijadikan etalase program Bioenergi Lestari di Kelurahan Kalampangan, Palangkaraya oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah.
  • Universitas Muhamadiyah telah memiliki demplot kemiri sunan seluas 2 Ha di Kecamatan Rakumpit Kota Palangkaraya, telah bekerjasama dengan Dinas Pertambangan dan Energi Kalteng dan BPDAS Kahayan di Kalampangan (lahan etalase) seluas 2 Ha untuk ditanami gamal, kaliandra, nyamplung, kemiri sunan dan bamboo. Mempunyai demplot di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa milik Badan litbang KLHK seluas 0,2 Ha untuk meneliti pertumbuhan kemiri sunan dan nyamplung pada lahan gambut yang tidak terdegradasi (lahan gambut murni) Bekerjasama dengan CIFOR dan GGGI membuat demplot di desa Buntoi Kabupaten Pulang Pisau pada lahan seluas 2 Ha pada lahan gambut terdegradasi dengan system tumpang sari.
  • KLHK mengalokasikan Areal Hutan Produksi berdasarkan Peta Indikatif Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) di Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Katingan seluas 106.494 Ha dan Kabupaten Pulang Pisau seluas 91.546 Ha yang diperuntukkan untuk Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa. Selanjutnya dialokasikan pula dikesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) pada wilayah tertentu (WT) seluas ….. Ha (akan diinformasikan lebih lanjut)

.