Apkasi Internasional Trade and Summit (AITIS) tahun 2016
09/05/2016

Apkasi Internasional Trade and Summit (AITIS) tahun 2016  yang dilaksanakan  5 s/d 7 Mei 2016 di Jakarta Internasional Expo JI-Expo Kemayoran resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Yusuf Kalla.  Acara AITIS merupakan agenda tahunan Apkasi dalam rangka promosi perdagangan dan investasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia.

AITIS ke-12 tahun 2016 ini diikuti 410 stand berasal yang dari 212 kabupaten, 12 kota, dari 21 provinsi, 16 instansi kementerian, 15 swasta nasional, 6 Badan Usaha Milik Negara, 12 organisasi KADIN, 14 perusahaan internasional serta 16 negara mitra. Pada tahun ini Kabupaten Katingan kembali ikut serta dalam kegiatan pameran AITIS 2016 dengan menampilakan beberapa produk unggulan dan peluang investasi baik disektor pertambangan, perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan dan sektor industri dengan tetap mengutamakan konsep investasi yang berwawasan lingkungan.

Selain diikuti pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, AITIS 2016 juga melibatkan pemerintah pusat, diantaranya, Kementerian Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta perwakilan pemerintah diluar negeri, yang diharapkan dapat meningkatkan jangkauan kegiatan perdagangan dan investasi di seluruh wilayah Indonesia. “Terkait BKPM ini, sekarang banyak investor menghadapi kultur birokrasi yang berbelit belit sehingga tidak ada kepastian. Karena itu, BKPM harus memberikan stimulus ekonomi terutama dalam rangka mempermudah inevstor masuk seperti pelayanan perizinan muapun penanaman modal.

Penutupan kegiatan APKASI ke-12 tahun 2016 ditutup langsung oleh Presiden RI Bapak H. Joko Widodo didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, yang diselingi dengan kunjungan ke stand pameran AITIS. Dalam pidato penutupannya beberapa hal penting yang disampaikan antara lain :

  1. Dalam memasuki era persaingan salah satu kunci memenangkan persaingan ialah adanya sinergi pusat dan daerah, bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah di antaranya dapat dilakukan dengan cara merombak regulasi-regulasi penghambat. Regulasi-regulasi yang ada saat ini sudah terlalu banyak sehingga menghambat proses pengambilan tindakan.
  2. paket kebijakan ekonomi yang saat ini telah berjalan, mampu ditindaklanjuti daerah dengan baik, dalam bentuk implementasi aturan daerah yang berkualitas dan tidak menghambat. paket-paket tersebut ditindaklanjuti oleh daerah dalam implementasi aturan daerah. Jangan buat aturan yang justru menghambat gerak kita. Saat ini ada 3.000-an perda yang justru menghambat investasi
  3. Selain perombakan regulasi-regulasi penghambat diperlukan sinergi antara pusat dan daerah juga dapat dilakukan dengan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Percepatan pembangunan tersebut dapat dilakukan bila daerah memberi kemudahan dalam mengeluarkan izin investasi. Harus pandai-pandai memasarkan daerah, sampaikan ke calon investor, kemudian tindak lanjuti dengan percepatan perizinan sehari bahkan sejam selesai
  4. pemerintah daerah untuk selalu menyiapkan sumber daya manusia yang andal, untuk mengimbangi percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. 

Dalam Kegiatan Apkasi Internasional Trade and Summit (AITIS) tahun 2016 Kabupaten Katingan berhasil memperoleh juara ke-2 lomba tari kreasi daerah yang dibawakan oleh pelajar SMP satu atap Desa Mirah Kalanaman, Kecamatan Katingan Tengah yang merupakan binaan PT. Kasongan Bumi Kencana. (ADM)